Sunday, July 7, 2013
AB Three dan konsep boysband/girlsband yang tidak saya pahami
Penonton Java Jazz 2013, utamanya yang melihat penampilan dari penyanyi muda Raisa tentunya tau ada bintang tamu istimewa kala itu. Raisa dan 3 orang bintang tamunya membawakan lagu berjudul kerinduan. Masih bertanya- tanya lagu siapakah itu ? Mari sedikit saya ingatkan dengan sebuah video klip di tengah hujan. Disana ada 3 orang remaja cantik mengenakan pakaian dengan warna yang berbeda. Yang everlasting, adalah 'kehadiran' payung bening yang dipegang ke 3 nya. Ya, mereka adalah AB Three atau sekarang bernama B3. Nola, Widi dan Chyntia (menggantikan Lusy) hadir menemani Raisa membawakan salah satu lagunya yang everlasting untuk menghibur pengunjung Java Jazz. Suara mereka tetap prima. Dengan pembagian suara yang sangat ciamik.kira- kira apa yang mereka lakukan beberapa jam sebelumnya di atas panggung tersebut ? Mengecek mic ? Mengatur pembagian suara ? Berlatih koreo ? Atau malah mengukur panggung memakai meteran ?
Hal yang terakhir mengingatkan saya akan satu grup girlsband dengan generasi berbeda di 2 program yang berbeda. Girlsband atau bukan sata kurang paham. Katanya konsep yang mereka usung bukan girlsband. Tapi apapun namanya, bukankah jualan utama mereka adalah lagu ? Jika jualan utamanya adalah tarian, saya yakin UDW atau Alpha Plus lebih baik dari mereka. Di program yang pertama, adalah mengenai keharusan mereka tampil di atas panggung yang ukuran luas nya sudah ditentukan minimal nya. Agak absurd tapi sedikit wajar mengingat jumlah mereka yang lebih dari 1 kesebelasan sepakbola. Absurd karena baru kali ini saya menemukan pengisi acara yang konsen sekali dengan ukuran panggung dibanding dengan mic atau monitor untuk vocal dan musik mereka. Program yang kedua di program reguler yang ukuran panggungnya lebih kecil. Kali ini yang datang adalah (katanya) generasi kedua. Beberapa saat sebelum siaran langsung, saya mendapati kru panggung mereka mengecek panggung dengan meteran. Ya, meteran yang buat ngukur panjang sebuah bidang. Kemudian menandai beberapa titik untuk blocking. Silahkan bilang saya kampungan, tidak up to date atau apalah. Tapi jelas saya tidak mengerti dengan konsep seperti ini. Konsep yang kata beberapa teman yang menggemari SNSD atau Girls Generations bukan konsep girlsband. Lantas apa ? Atau telah muncul genre baru di Indonesia yang tidak saya ketahui ?
Semua yang tercantum di atas murni adalah ketidakmengertian dan kebingungan. Bukan menghujat konsep atau bagian tertentu dari seni di Indonesia. Karena jika yang dijual adalah musik dan lagu, berlatihlah menyanyi yang baik. Bukan kemudian membandingkan dengan AB Three atau RSD karena jelas dari jumlah saja amat berbeda. Mungkin paling mendekati adalah membandingkan dengan paduan suara Universitas Indonesia. Tapi itu juga tidak mungkin. Paduan suara tentu saja memiliki pembagian suara yang sangat jelas dan teratur sehingga menimbulkan harmonisasi yang sangat apik. Lalu harus membandingkan dengan apa ? Mungkin dengan Arya Wiguna dan Jeremy Teti on the remix.
Subscribe to:
Comments (Atom)