Sunday, June 2, 2013

Musik bagus yang (mungkin) tak tersentuh stasiun TV nasional

Tulus. Ya, Tulus saja. Tanpa embel - embel lain. Menggelar konser tunggal ke-3 kalinya di teater tertutup dago tea house awal Mei kemarin. Dengan bermodalkan 1 album saja, Muhammad Tulus demikian nama lengkapnya, sukses mengajak seluruh penonton bernyanyi sepanjang pertunjukan berlangsung. Jalannya konser ? Dengan segala keterbatasan, konser bertajuk Konser Diorama tersebut bisa dibilang sukses. Tempat duduk terisi penuh. Malah cenderung overload. Tapi bukan jalannya konser yang hendak dibicarakan. Tetapi keberanian Tulus dan juga penyelenggara untuk menggelar konser tunggal dengan modal 1 album dan bukan berasal dari major label. Memang benar seringkali band indie pun menggelar acara serupa. Tapi tiket soldout dan antusiasme tinggi penonton adalah sesuatu yang berbeda. Majalah Rolling Stone Indonesia dalam salah satu artikelnya sempat mengungkapkan keheranannya kenapa tidak ada satu pun Major Label yang tertarik untuk menjadikan Tulus sebagai salah satu penyanyinya. Musiknya enak. Suaranya bagus. Liriknya pun menarik. Jawabannya mungkin karena Tulus tidak 'mainstream'. Tidak percaya ? Cobalah bertanya kepada orang yang berada atau bekerja di stasiun televisi nasional. Utamanya yang membidani program variety show. Atau talkshow seperti Bukan 4 Mata atau Hitam Putih. Beberapa mungkin akan mengetahui siapa itu Tulus dan seperti apa lagunya. Sebagian lagi bahkan akan mengatakan sangat menyukai lagu-lagunya. Tapi untuk mengundan Tulus ke programnya ? "Tidak banyak penonton TV yang tau Tulus". Akan seperti mungkin sebagian besar menjawabnya. Sayang memang. Bukankah sebaiknya justru mereka yang mengenalkan kepada penonton kalau musik Indonesia masih punya variasi yang bagus. Tidak melulu dijejali penyanyi yang saat berada di backstage, (mengutip Anji) bukan berlatih olah suara tetapi berlatih gerak. Menginjak hal yang lebih luas lagi selain Tulus. Berani bertaruh, suara personil AB Three dengan suara personil Cherrybelle atau JKT 48 jauh lebih bagus. Tapi siapa yang sering muncul di televisi ? Siapa yang paling sering dieluk- elukan penonton ? Atau silahkan bandingkan aksi di atas panggung dan cara memainkan alat musik antara /rif dan PAS Band dengan Armada atau Ungu misalnya. Setelah itu, coba tanyakan kepada stasiun TV nasional siapa yang akan dipilih untuk mengisi acara di televisi tersebut. Yang lebih luas lagi, selain RadioShow di TV One, TV mana yang berani mengundang Power Slaves atau Burger Kill ? Belum lagi jika menyebut nama lain semisal Efek Rumah Kaca, Gugun Blues Shelter, Sore, White Shoes and The Couples Company atau Pure Saturday. Juga jangan lupakan Drew yang dipercaya bersanding dengan Glenn Fredly, Raisa dan Acha Septriasa untuk Original Soundtrack film Rectoverso. Nama - nama diatas adalah pemilik musik yang bagus yang beberapa diantaranya bahkan sudah dangat dikenal dan mengisi line up festival musik besar di luar negri yang sayangnya jarang disentuh oleh TV nasional di Indonesia. Bersambung...